Pembukaan Pendampingan dan Diversifikasi Produk Sentra Mebel Kayu di Kabupaten Sigi
Melalui kerja sama dengan Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Sulawesi Tengah, Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Sigi secara resmi membuka kegiatan Pendampingan dan Diversifikasi Produk Sentra Mebel Kayu pada hari Senin (11/8/2025). Kegiatan ini diabiayai melalui Dana Alokasi Khusus (DAK) Non Fisik Penguatan Kapasitas Kelembagaan Sentra Industri Kecil Menengah (PK2SIKM) Tahun Anggaran 2025.
Pembukaan yang berlangsung di Sentra Mebel Kayu, Desa Jono, Kecamatan Dolo Selatan, dihadiri oleh Kepala Bidang Sarana Prasarana Pemberdayaan Industri Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Sulawesi Tengah dan Kepala Bidang Perindustrian Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Sigi.
Pendampingan dan diversifikasi ini diikuti oleh 10 (sepuluh) pelaku IKM yang bergerak di sektor mebel kayu dan akan dilaksanakan secara simultan selama tiga bulan. Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya penguatan dan pengembangan sentra IKM, meningkatkan kapasitas produk pelaku IKM dalam menciptakan produk-produk inovatif, memperkuat manajemen usaha, dan mendorong daya saing industri mebel kayu di Kabupaten Sigi.
Dalam sambutannya, Kepala Bidang Sarana Prasarana Pemberdayaan Industri Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Sulawesi Tengah menegaskan pentingnya peningkatan mutu produk dan pengelolaan usaha sebagai langkah strategis untuk memperluas pasar. “Pendampingan ini diharapkan tidak hanya meningkatkan keterampilan teknis, tetapi juga membangun jejaring pemasaran yang lebih luas,” ujarnya.
Pemerintah Kabupaten Sigi melalui Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Sigi berkomitmen untuk terus mendukung keberlanjutan industri kecil menengah, khususnya di sektor mebel kayu yang menjadi salah satu produk unggulan daerah Kabupaten Sigi. Program pendampingan merupakan langkah awal untuk mendorong transformasi sentra mebel kayu di Kabupaten Sigi menjadi lebih produktif, inovatif, dan berkelanjutan, serta turut memberikan kontribusi nyata terhadap pertumbuhan ekonomi daerah.