Kunjungan WWF Indonesia Terkait Studi Potensi dan Rantai Pasar Rotan Komersil di Kabupaten Sigi

Bertempat di ruang Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Dinas Perindag) Kabupaten Sigi, pada hari Rabu (06/08/2025), Kepala Dinas Perindag Kabupaten Sigi yang didampingi oleh Kepala Bidang Perindustrian dan beberapa orang Pejabat Pembina Industri menerima kunjungan perwakilan WWF-Indonesia. Kunjungan perwakilan WWF-Indonesia ke kantor Dinas Perindag Kabupaten Sigi merupakan kunjungan resmi setelah sehari sebelumnya, Selasa (05/08/2025) melakukan kunjungan ke Sentra Industri Rotan di Desa Jono Kecamatan Dolo Selatan.

Sebagaimana kita ketahui bahwa WWF-Indonesia merupakan organisasi konservasi independen yang memiliki visi untuk konservasi yang sejalan dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan dan berkontribussi pada pembangunan berkelanjutan di Indonesia, yaitu “Ekosistem dan keanekaragaman hayati Indonesia lestari, berkelanjutan dan terkelola secara adil, untuk kesejahteraan generasi kini dan nanti”. Adapun maksud kunjungan WWF-Indonesia ke Dinas Perindag Kabupaten Sigi adalah untuk menyampaikan terkait pelaksanaan studi potensi dan rantai pasar rotan komersil di Kabupaten Sigi.

Dalam paparannya, perwakilan WWF-Indonesia menyampaikan bahwa tujuan dari studi potensi tersebut, yaitu (1) Untuk mengetahui jenis-jenis rotan komersil di Kabupaten Sigi, (2) Tersedianya informasi peta sebaran jenis-jenis rotan komersil, kepemilikan, luasan lahan, dan potensinya (ton/hektar), dan (3) Tersedianya informasi sistem rantai pasar rotan-rotan komersil di Kabupaten Sigi.

Studi potensi akan melihat secara menyeluruh bagaimana alur pasokan rotan dilakukan mulai dari pengambilan bahan baku di hutan, proses pengolahan, hingga produksi menjadi barang jadi oleh para perajin lokal. WWF-Indonesia juga akan melakukan dialog langsung dengan para pelaku usaha rotan guna menggali informasi mengenai tantangan dan potensi pengembangan sektor ini secara berkelanjutan.

“WWF Indonesia berkomitmen mendukung rantai pasar rotan komersil yang lestari dan berkelanjutan. Kunjungan ini adalah bagian dari upaya kami untuk memahami kondisi di lapangan dan mendorong kolaborasi antara masyarakat lokal, pemerintah daerah, serta stakeholder lainnya,” ujar perwakilan WWF-Indonesia dalam sesi diskusi bersama Kepala Dinas Perindag Kabupaten Sigi.

Kepala Dinas Perindag Kabupaten Sigi menyampaikan apresiasi atas kunjungan WWF-Indonesia dan mengharapkan adanya kolaborasi yang menguntungkan kedua belah pihak. “Kami menyambut baik perhatian dari WWF-Indonesia dan kami berharap dukungan dan sinergi ini dapat memperkuat rantai pasar rotan komersil Kabupaten Sigi sekaligus pemberdayaan para pelaku IKM rotan di satu sisi dan di sisi lain tetap terpeliharanya kelestarian ekosistem dan keanekaragam hayati di Kabupaten Sigi,” ungkapnya.

Kunjungan ini juga menghasilkan sejumlah catatan penting untuk ditindaklanjuti bersama, yaitu perlunya peningkatan kapasitas petani dan pelaku IKM rotan, penguatan kelembagaan kelompok usaha, serta akses pasar dan promosi yang lebih luas.

Dengan kolaborasi yang semakin kuat antara pemerintah daerah, pelaku usaha, dan lembaga pendukung seperti WWF-Indonesia, Kabupaten Sigi optimistis dapat menjadi pusat produksi rotan yang berdaya saing tinggi sekaligus berkelanjutan dari sisi lingkungan dan sosial.